LAPORAN TITRASI ASAM BASA
"Tugas ini dibuat untuk memenuhi ujian praktek kimia"
KATA
PENGATAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Penulis
panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan praktikum titrasi asam basa.
Laporan
ini telah penulis susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan ini. Untuk itu penulis
menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Drs. Dzulkarnain yang telah
membimbing penulis ketika praktikum di lab, serta semua pihak yang juga telah
berkontribusi dalam pembuatan laporan ini.
Terlepas
dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar penulis
dapat memperbaiki laporan ini. Akhir
kata penulis berharap semoga laporan praktikum titrasi asam basa dapat
memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap
pembaca.
Tangerang Selatan,
Februari 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
COVER……………………………………………...........................................……i
KATA PENGATAR………………………………...........................................…....ii
DAFTAR ISI………………………………...........................................…………..iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Landasan
Teori…………………………………...........................................….......1
BAB II METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu
dan Tempat……………………………...........................................….........2
B. Alat
dan Bahan …………………………………...........................................……..2
C. Langkah
Kerja…………………………………...............................................…....2
D. Pemabahasan……………………………………..........................................……...3
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan………………………………………..........................................……..4
B. Saran……………………………………………..........................................………4
LAMPIRAN…………………………………….........................................………..5
BAB I
PENDAHULUAN
A. Landasan
Teori
Titrasi merupakan cara
analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang dibutuhkan untuk bereaksi
secara tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan lain. Jika salah satu
larutan diketahui konsentrasinya maka konsentrasi larutan lain dapat dihitung.
Larutan yang sudah diketahui konsentrasinya disebut larutan standar. Titrasi
asam basa adalah suatu cara menentukan konsentrasi larutan asam jika konsentrasi larutan basa telah diketahui,
atau menentukan konsentrasi larutan basa
jika konsentrasi larutan asam telah diketahui. Secara teknis, titrasi
dilakukan dengan cara mereaksikan sedikit demi sedikit tetes larutan basa
melalui buret ke dalam larutan asam dengan volume tertentu yang terletak dalam
labu erlemenyer sampai keduanya tepat habis bereaksi, ditandai dengan berubahnya
warna indikator.
Tepat pada saat warna
indicator berubah, penambahan (titrasi) dihentikan dan volumenya dicatat
sebagai volume titik akhir titrasi. Larutan basa yang diletakkan dalam buret
disebut dengan larutan penetrasi. Indikator yang digunakan pada titrasi asam
basa adalah indikator yang mempunyai trayek perubahan warna pada pH 7, sebab
pada saat asam kuat dan basa kuat telah tepat habis bereaksi, pada saat itu pH
larutan akan sama dengan 7. Perubahan warna indikator yang menandai tepat
bereaksinya kedua larutan tidak selamanya tepat seperti perhitungan secara
teoritis. Volume larutan penetrasi yang diperoleh melalui perhitungan teoritis
disebut dengan volume titik equivalen. Perbedaan volume titik akhir titrasi
dengan titik equivalen disebut dengan kesalahan titrasi. Besar kecilnya
kesalahan titrasi ditentukan oleh pemilihan indikator. Jika indikator semakin
tepat, kesalahan titrasinya kecil.
BAB II
METODOLOGI
PRAKTIKUM
A. Waktu
dan Tempat
Penulis melakukan praktikum titrasi asam basa
pada hari Kamis tanggal 15 Februari 2018, bertempat di Laboratorium Kimia SMAN
6 Tangerang Selatan.
B.
Alat dan Bahan
a)
Buret 50 ml
b)
Pipet tetes
c)
Statif
d)
Klem
e)
Labu
Erlemenyer
f)
Indikator PP
g)
Kertas Putih
h)
Keran Buret
i)
Larutan NaOH
0,1M (larutan basa standar)
j)
Larutan HCl
k)
Gelas ukur 25
ml
l)
Corong kaca
C. Langkah
Kerja
Langkah kerja sebagai berikut
1.
Menyiapkan
bahan dan alat praktikum
2.
Menuangkan
larutan HCl sebanyak 20 ml ke dalam gelas ukur
3.
Memindahkan larutan
HCl dari gelas ukur ke dalam labu erlemenyer
4.
Menambahkan 5
tetes indikator PP ke dalam labu erlemenyer
5.
Mengisi buret
dengan NaOH 0,1 M tepat sampai garis 0 ml dengan menggunakan corong
6.
Membuka keran
buret perlahan sehingga NaOH mengalir tepat ke dalam labu erlemenyer.
7.
Mengoyang-goyangkan
labu erlemenyer selama penambahan NaOH, agar kedua larutan tercampur rata.
8.
Mengamati
perubahan warna yang terjadi,
9.
Larutan dalam
labu erlemenyer berubah warna menjadi merah muda diatas kertas putih
10. Menghentikan aktivitas titrasi asam basa
11. Mencatat volume NaOH yang keluar dari keran
buret.
12. Merapihkan peralatan dan bahan praktikum titrasi
asam basa
13. Menganalisa data yang didapat dari praktikum asam
basa.
D. Pembahasan
Volume
NaOH (ml)
|
Perubahan
Warna
|
10 ml
|
Bening
|
19,5 ml
|
Merah muda
|
Dari praktikum yang dilakukan, terlihat bahwa larutan mengalami perubahan warna yaitu merah muda, pada penambahan 19,5 ml NaOH. Larutan yang berada dalam labu erlemenyer tadinya berwarna bening berubah warna secara drastis, menjadi merah muda. Hal ini menandakan bahwa larutan di dalam labu erlemenyer terjadi perubahan pH yang tadinya bersifat asam menjadi berubah berada di pH yang netral. Namun dalam praktikum ini terjadi kesalahan titrasi, yaitu adanya perbedaan antara titik equivalen dengan titik titrasi. Titrasi dalam praktikum berakhir lebih cepat, yaitu saat penambahan 19,5 ml yang seharusnya sama dengan titik equivalen yang dicapai saat penambahan 20 ml NaOH. Setelah titik equivalen terlewati, perubahan pH berjalan perlahan-lahan kembali. Kemudian perhitungan dilakukan untuk menentukan konsentrasi mol larutan HCl yang telah dititrasi. Menggunakan rumus. Hasil perhitungan titrasi asam basa untuk konsentrasi HCl adalah 0,0975 mol.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari praktikum yang dilakukan, terlihat bahwa
larutan mengalami perubahan warna yaitu merah muda, pada penambahan 19,5 ml
NaOH dan hasil perhitungan titrasi asam basa untuk konsentrasi HCl adalah
0,0975 mol.
B. Saran
Saat membuka kran buret
sebaiknya perlahan-lahan dan tidak terlalu deras, hal ini bertujuan agar
peneliti dapat melihat secara jelas perubahan warna bening menjadi merah muda
(warna netral).
LAMPIRAN


Komentar
Posting Komentar