Langsung ke konten utama

Bagaimana Nilai-nilai Islam Dapat Menghidupkan Etika dan Keadilan dalam Profesi Hukum di Indonesia

 

Syariah diartikan sebagai dasar aturan yang diturunkan oleh Allah swt untuk mengatur hubungan manusia (sebagai individu) dengan Tuhannya, hubungan manusia kepada sesamanya dan juga alam semesta. Syariat wajib diikuti oleh semua umat islam yang pada awalnya harus diawali dengan menanamkan iman di dalam hati, sebab hal tersebut berkaitan dengan akhlak. Secara umum syariah didefinisikan sebagai hukum yang mengatur bagaimana cara manusia beribadah kepada Allah (tata cara ibadah) atau teknis-teknis dalam menyelasaikan berbagai persoalan kehidupan yang sesuai dengan ajaran Al quran dan perilaku Rasul sebagai suri tauladan umat muslim.

Berdasarkan penafsiran yang dilakukan oleh Hazairin terkait Pasal 29 UUD ayat 1 yang telah dikutip oleh Sularno dalam artikelnya yang berjudul “SYARI’AT ISLAM DAN UPAYA PEMBENTUKAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA” disebutkan bahwa hukum islam merupakan salah satu sumber dalam pembentukan hukum nasional di Indonesia. Kemudian hukum positif Indonesia juga tidak hanya bersumber kepada hukum islam saja tetapi juga hukum agama yang berlaku di Indonesia. Sehingga apapun yang bertentangan dengan hukum islam ataupun hukum agama yang lain, maka bisa dipastikan hal tersebut juga bertentangan dengan hukum positif Indonesia atau peraturan perundang-undangan.

Selain tata cara ibadah dan hukum muamalah, akhlak juga dibahas dalam hukum islam. Sekilas hukum muamalah dan akhlak tampak sama, namun sebenarnya dua hal ini memiliki konsep yang berbeda. Akhlak didefinisikan sebagai karakter baik yang wajib dimililki oleh semua individu, sedangkan hukum muamalah mengatur hubungan manusia dalam aspek ekonomi, social, dan kemasyarakatan. Meskipun akhlak dan hukum muamalah berbeda, keduanya masih saling terkait untuk mempengaruhi satu sama lain dan termasuk kedalam bahasan syariat. Akhlak yang baik dipelajari oleh individu agar dapat membantu seseorang dapat menjlankan hukum muamalah dengan benar dan adil.

Contoh Kasus nyata di Masyarakat yang Menunjukkan Krisis Moral Dalam Praktik Hukum.

Salah satu contoh Kasus Nyata di masyarakat yang menunjukkan krisis moral dalam praktik hukum adalah kasus Nenek Asyani, seorang wanita yang telah berumur 63 tahun, didakwa mencuri tujuh batang kayu jati, divonis hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 15 bulan dan denda 500 ratus juta rupiah subsider 1 hari kurungan. Berdasarkan penuturan Supriyono (pengacara nenek Asyani) hakim tidak mempertimbangankan sama sekali keterangan dari saksi–saksi yang diajukan oleh pihak Nenek Asyani dalam mengambil putusannya. Sedangkan sebaliknya, hakim hanya mempertimbangkan keterangan saksi yang diajukan oleh Perhutani. Padahal saksi dari perhutani tidak bisa menjelaskan keterlibatan Nenek Asyani dalam dakwaan pencurian jati milik Perhutani. Padahal faktanya nenek Asyani memilki bukti kuat berupa  sertifikat  tanah dan keterangan langsung dari kepala desa setempat,.

Selanjutnya sebagai perbandingan, yaitu kasus Harvey Moeis, dimana ia didakwa dalam kasus korupsi perdagangan timah dengan kerugian senilai 300 triliun, mendapatkan vonis yang lebih ringan. Ia dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara. Hakim beralasan karena Harvey Moeis bersikap sopan selama persidangan dan memiliki tanggungan keluarga. Vonis ini menjadi polemik baik di kalangan masyarakat ataupun akademisi. Kasus Korupsi triliunan rupiah seharusnya dihukum lebih berat karena dampak kerugiannya sangat signifikan di masyarakat. Rakyat-rakyat di Indonesia masih banyak yang kekurangan, sedangkan para pemilik kekuasaan dengan sekehendaknya sendiri melakukan kecurangan. Tentu dari kedua kasus ini menjadi bukti bahwa hukum di Indonesia masih berat sebelah atau bisa disebut belum sepenuhnya adil.Hukum di Indonesia diibaratkan tumpul ke atas dan tajam ke bawah, pepatah yang sering didengar oleh masyarakat dan memang benar faktanya seperti itu.

Nilai-nilai Islam dapat memberikan solusi moral dan profesional.

Sebagai agama yang dirahmati oleh Allah SWT, islam telah membawa nilai nilai karakter agar menjadi manusia yang baik dan benar. Karakter seperti amanah dan adil telah diajarkan oleh nabi Muhammad selama masa hidupnya kepada para sahabat dan juga pengikutnya sampai saat ini. Manusia sempurna seperti beliau tentulah sangat tepat apabila dijadikan contoh perilaku suri tauladan untuk umat islam bahkan seluruh umat manusia yang dimana diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi ini. Mengemban tugas dengan amanah tentulah sangat sulit di era modern yang banyak sekali distraksinya. Dalam konsep islam, amanah diartikan sebagai memegang teguh kepercayaan, kejujuran dan tanggung jawab. Menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain termasuk kedalam sifat amanah. Kemudian yang juga termasuk kedalam sifat amanah, yaitu sifat transparan dalam aspek kehidupan. Sebagai penegak hukum, sifat jujur atau transparan sangat diperlukan agar bisa menciptakan keadilan di tengah-tengah masyarakat. Bisa dibayangkan apabila seorang  professional bersikap tidak amanah dan tidak adil, maka bisa menimbulkan chaos di masyarakat. Bahkan bisa juga terjadi kerusakan moral yang dampaknya membuat masyarakat menjadi tidak percaya kepada hukum di Indonesia. Maka dari itu, pentingnya sikap yang amanah dan adil  ketika menjadi seorang professional di bidang hukum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lack of empathy

A sinful human being who desperately wants to be forgiven by his Rabb sometimes has to stumble and fall many times. As a sinful human being, he desperately wants to be on the right path, straight and pleasing to Allah. Sometimes it is this lack of empathy that traps a person in the shackles of sin. However, he will not lose the spirit to continue returning to the right path even though he sometimes strays. "You say you pray? Why is your thinking so narrow... what kind of prayer do you perform? Worship is useless if you still hurt others. Don't you remember that you are also a sinner? Feeling better than others is also considered a sin. You hurt the hearts of innocent and pure children who do not yet understand the cruelty of this world. You are wasting the children of heaven? You are the one who loses out if you don't repent. Who are you? How dare you hurt Allah's child. He was brought to you to test where your sincerity." What you are doing is pointless if you st...

Energi dari sang Ilahi

Seorang ibu memukul nyamuk di telapak kaki anaknya saat sedang tertidur. Kemudian tanpa sengaja ia melihat darah menetes dari tumit anaknya.  "Ya Allah, Ini kenapa kakimu nak" tanya ibu,  "...zzz ada apa ibu, kenapa mengejutkanku" tanya sang anak,  "ini" kata ibu, "oh itu biasa bu," jawab anak.  "pasti dari sepatunya" kata ibu sambil mengecek sepatu,  dan ternyata benar, ada satu butir kerikil tajam yang menyangkut di bagian tumit, pada saat dilihat.. solnya sudah mengikis sehingga apa pun yang dipijak bisa masuk ke dalam sepatu tersebut. Meskipun begitu anak tersebut tak pernah menyerah untuk terus menorehkan prestasi kejuaraan matematika. Ia selalu bekerja keras hingga bangun tengah malam dan belajar sampai terkantuk-kantuk. Dan semua ini ia lakukan agar sang ibu bangga kepadanya. Ia tak peduli ocehan ataupun hinaan dari teman2nya yang sepelantaran sebab ia tak punya sosok ayah yang menemaninya bertumbuh sedari kecil.  Sang ibu, tak h...

FINDING FOR SINCERITY: A SPIRITUAL JOURNEY (MENCARI KEIKHLASAN: SEBUAH PERJALANAN SPRITUAL)

His shoes were worn out and stained with mud, but that didn't discourage him from continuing to walk in search of His light. Every moment, he struggled against his own ego. The shadow of his sinful self made him cry uncontrollably when he was alone with his God. Sometimes, his desires won over him, arrogantly saying, “I am indeed great and worthy of being considered above other humans.” And in fact, he was slipping into his obvious misguidance. Small shirk began to grow in his soul. He was unaware that the abyss of darkness that would blind his heart was just a step away, right in front of him. That is the result of following the voice of the devil to taint his thoughts and deeds, whispering continuously in his heart. The knowledge of self-control is indeed not easy to practice; it takes a lifetime to successfully learn it. Even until the end of his life, man still struggles with whispers that seem to challenge God's power. The trial given to him felt heavy to endure, to the po...