Langsung ke konten utama

PERILAKU BULLYING DI KALANGAN PELAJAR ATAU MAHASISWA


Di setiap instansi pendidikan, seringkali saya menemukan perilaku bullying meskipun sebagian orang mengganggap hal tersebut adalah sesuatu yang wajar untuk sekedar berkelakar atau hanya lucu-lucuan. Padahal bullying memiliki segudang dampak yang bersifat negatif terutama bagi si korban. Dampak yang pertama si korban bullying akan merasa dirinya tidak berharga di mata orang lain, batin menjadi tertekan atau lama kelamaan bisa juga kena depresi, mudah stress, gampang emosi, dan sebagainya. 

Biasanya para pelaku bullying adalah orang-orang yang merasa dirinya lebih dari yang lain (baik dari segi fisik/penampilan, finansial, atau pun status sosial) bisa saya analogikan, misalnya si A memiliki paras yang cantik sehingga ia dengan sesuka hati memperolok dan merendahkan teman-temannya yang notabene wajah-wajah nya biasa biasa saja. Sama halnya dengan status sosial, semakin orang itu berharta maka semakin dihargai oleh lawannya. 

Para pelaku bullying berpikir bahwa dengan melakukan hal tersebut maka mereka akan mendapatkan kepopularan, di sekolah atau kampus. Padahal jelas, persepsi ini sangat keliru, dimana banyak kalangan mahasiswa yang sekarang sudah tidak lagi mengutamakan tenggang rasa atau sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, pengabaian atau pengucilan seseorang juga termasuk perilaku tersebut, begitu juga dengan ejekan atau hinaan yang dapat menjatuhkan harga diri si korban. Saya benar-benar prihatin dengan perilaku bullying yang terjadi di kalangan mahasiswa. Saya sangat berharap sikap saling menghargai dan menghormati orang lain bisa ditanamkan dan disadari oleh para pelajar sehingga budaya bullying secara perlahan mulai memudar, serta tidak ada lagi perilaku saling mengejek atau megolok-olok satu sama lain (meskipun itu hanya guyonan tanpa adanya kekerasan fisik). Sebuah pepatah mengatakan “Mulutmu Harimaumu” yang bermakna bahwa berpikirlah terlebih dahulu sebelum kau berbicara agar tidak menyakiti hati orang lain, karena perkataan yang sudah dikeluarkan (kata-kata yang baik atau pun buruk) tidak akan pernah bisa ditarik kembali.


"Tanamkanlah Cinta dan Kasih terhadap Sesama"

"Perbedaanlah yang Membuat Dunia ini Menjadi Lebih Indah"

"Sadarilah bahwa setiap dari kita punya keunikan masing-masing dan latar belakang yang berbeda-beda"

"Kita tidak bisa merubah seseorang supaya sesuai prinsip kita,tetapi satu satunya hal yang bisa kita lakukan adalah saling menerima keberadaan satu sama lain"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lack of empathy

A sinful human being who desperately wants to be forgiven by his Rabb sometimes has to stumble and fall many times. As a sinful human being, he desperately wants to be on the right path, straight and pleasing to Allah. Sometimes it is this lack of empathy that traps a person in the shackles of sin. However, he will not lose the spirit to continue returning to the right path even though he sometimes strays. "You say you pray? Why is your thinking so narrow... what kind of prayer do you perform? Worship is useless if you still hurt others. Don't you remember that you are also a sinner? Feeling better than others is also considered a sin. You hurt the hearts of innocent and pure children who do not yet understand the cruelty of this world. You are wasting the children of heaven? You are the one who loses out if you don't repent. Who are you? How dare you hurt Allah's child. He was brought to you to test where your sincerity." What you are doing is pointless if you st...

Energi dari sang Ilahi

Seorang ibu memukul nyamuk di telapak kaki anaknya saat sedang tertidur. Kemudian tanpa sengaja ia melihat darah menetes dari tumit anaknya.  "Ya Allah, Ini kenapa kakimu nak" tanya ibu,  "...zzz ada apa ibu, kenapa mengejutkanku" tanya sang anak,  "ini" kata ibu, "oh itu biasa bu," jawab anak.  "pasti dari sepatunya" kata ibu sambil mengecek sepatu,  dan ternyata benar, ada satu butir kerikil tajam yang menyangkut di bagian tumit, pada saat dilihat.. solnya sudah mengikis sehingga apa pun yang dipijak bisa masuk ke dalam sepatu tersebut. Meskipun begitu anak tersebut tak pernah menyerah untuk terus menorehkan prestasi kejuaraan matematika. Ia selalu bekerja keras hingga bangun tengah malam dan belajar sampai terkantuk-kantuk. Dan semua ini ia lakukan agar sang ibu bangga kepadanya. Ia tak peduli ocehan ataupun hinaan dari teman2nya yang sepelantaran sebab ia tak punya sosok ayah yang menemaninya bertumbuh sedari kecil.  Sang ibu, tak h...

FINDING FOR SINCERITY: A SPIRITUAL JOURNEY (MENCARI KEIKHLASAN: SEBUAH PERJALANAN SPRITUAL)

His shoes were worn out and stained with mud, but that didn't discourage him from continuing to walk in search of His light. Every moment, he struggled against his own ego. The shadow of his sinful self made him cry uncontrollably when he was alone with his God. Sometimes, his desires won over him, arrogantly saying, “I am indeed great and worthy of being considered above other humans.” And in fact, he was slipping into his obvious misguidance. Small shirk began to grow in his soul. He was unaware that the abyss of darkness that would blind his heart was just a step away, right in front of him. That is the result of following the voice of the devil to taint his thoughts and deeds, whispering continuously in his heart. The knowledge of self-control is indeed not easy to practice; it takes a lifetime to successfully learn it. Even until the end of his life, man still struggles with whispers that seem to challenge God's power. The trial given to him felt heavy to endure, to the po...