Di setiap instansi pendidikan, seringkali saya menemukan perilaku
bullying meskipun sebagian orang mengganggap hal tersebut adalah sesuatu yang
wajar untuk sekedar berkelakar atau hanya lucu-lucuan. Padahal bullying
memiliki segudang dampak yang bersifat negatif terutama bagi si korban. Dampak
yang pertama si korban bullying akan merasa dirinya tidak berharga di mata
orang lain, batin menjadi tertekan atau lama kelamaan bisa juga kena depresi,
mudah stress, gampang emosi, dan sebagainya.
Biasanya para pelaku bullying adalah orang-orang yang merasa dirinya
lebih dari yang lain (baik dari segi fisik/penampilan, finansial, atau pun
status sosial) bisa saya analogikan, misalnya si A memiliki paras yang cantik
sehingga ia dengan sesuka hati memperolok dan merendahkan teman-temannya yang
notabene wajah-wajah nya biasa biasa saja. Sama halnya dengan status sosial,
semakin orang itu berharta maka semakin dihargai oleh lawannya.
Para pelaku
bullying berpikir bahwa dengan melakukan hal tersebut maka mereka akan
mendapatkan kepopularan, di sekolah atau kampus. Padahal jelas, persepsi ini
sangat keliru, dimana banyak kalangan mahasiswa yang sekarang sudah tidak lagi
mengutamakan tenggang rasa atau sikap saling menghormati dan menghargai satu
sama lain.
Bullying tidak hanya
berupa kekerasan fisik, pengabaian atau pengucilan seseorang juga termasuk
perilaku tersebut, begitu juga dengan ejekan atau hinaan yang dapat menjatuhkan
harga diri si korban. Saya benar-benar prihatin dengan perilaku bullying yang terjadi di kalangan mahasiswa. Saya sangat berharap sikap saling menghargai dan menghormati orang lain bisa
ditanamkan dan disadari oleh para pelajar sehingga budaya bullying secara perlahan
mulai memudar, serta tidak ada lagi perilaku saling mengejek atau megolok-olok
satu sama lain (meskipun itu hanya guyonan tanpa adanya kekerasan fisik).
Sebuah pepatah mengatakan “Mulutmu Harimaumu” yang bermakna bahwa berpikirlah
terlebih dahulu sebelum kau berbicara agar tidak menyakiti hati orang lain,
karena perkataan yang sudah dikeluarkan (kata-kata yang baik atau pun buruk)
tidak akan pernah bisa ditarik kembali.
Komentar
Posting Komentar