[E3119031][Cahya
Saintika Ilahi] Penulis Mahasiswa Prodi Demografi
dan Pencatatan Sipil Fakultas Hukum
REVIEW SKRIPSI
"ANALISIS PENGARUH EKSPOR INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) INDONESIA KE SENEGAL (2010-2014) TERHADAP PERKEMBANGAN HUBUNGAN BILATERAL KEDUA NEGARA"
Artikel
ilmiah ini merupakan ulasan yang mengarah kepada skripsi yang dibuat oleh
Benedekta Noviana Puspitasari, Mahasiswa Prodi Hubungan
Internasional FISIP UNS. Sebagai penulis Pertama, dan Ignatius Agung
Satyawan, SE., S.lkom., M.Si, Ph.D sebagai penulis ketiga.
A. Latar Belakang
Pada
tanggal 3 Oktober 1980, hubungan bilateral antara Indonesia dengan Senegal
telah dibuka, yang dilanjutkan pembukaan KBRI Dakar pada tahun 1982. Banyak
kegiatan diplomasi yang dilakukan oleh kedua negara tersebut.
Berdasarkan
data Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan nonmigas Indonesia-Senegal
dengan tren (2008-2012) masih relatif kecil, hal ini dikarenakan terjadinya
Indonesia mengalami surplus sebesar USA$ 40 Juta. Kemudian pada tahun 2013,
menurut wakil menteri perdagangan, Bayu Krisnamurthi, negara Senegal memiliki
permintaan besar untuk berbagai merk dari negara Indonesia.
Produk
tekstil dan Bahan Bakar Nabati (BBN) merupakan barang yang palig sering diekspor oleh Indonesia ke Senegal. Alasan
mengapa salah satu sektor utama dalam komoditas impor Senegal produk tekstil
adalah karena industri tekstil Senegal hanya memproduksi dalam volume terbatas
untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ketertarikan Senegal akan produk tekstil
Indonesia tampak pada periode Januari - Oktober 2008.
Negara
Senegal adalah negara yang termasuk kategori aman oleh Indonesia. Sehingga bisa
dikatakan bahwa pintu masuk perdangangan produk-produk Indonesia ke benua
Afrika sebelah barat adalah negara Senegal . Dengan kata lain Senegal merupakan
kunci dalam pendistribusian produk-produk Indonesia ke negara-negara Afrika
Barat lainnya, Gambia, Ghana, Benin, Burkina Faso, Guinea, Guinea Bissau,
Liberia, dan Mali.
B.
Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan
artikel ini agar pembaca memudahkan pembaca untuk mengetahui bagaimana pengaruh
ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia ke Senegal
(2010-2014) terhadap perkembangan hubungan bilateral kedua negara.
C.
Pembahasan
Sepanjang
tahun 2010 – 2014, ekspor Indonesia ke Senegal di sektor tekstil mengalami
peningkatan. Hal tersebut tidak lepas dari upaya promosi ekonomi dan koneksi
dengan rekan-pengusaha dan perusahaan Indonesia, maupun forum bisnis yang
dilakukan oleh Senegal yang dilaksanakan tiap tahunnya di Jakarta, seperti
Trade Expo Indonesia.
Peningkatan
ekspor industri tekstil dan produk teksil yang dialami oleh negara Indonesia ke
Senegal, faktanya masih terdapat kendala yang harus diatasi. yaitu tingginya
tariff impor yang dikenakan pada produk Indonesia ke Senegal yang mencapai 49,4
%, termasuk ppn 18 %. Alasan tinggi pajak impor yang dilakukan oleh Senegal
adalah untuk melindungi produk lokal yang diterapkan oleh Economic Community of
West African States (ECOWAS). Selain itu kurangnya informasi terkait negara
Indonesia di kalangan pengusaha Senegal.
Untuk
menangani kendala tarif impor Senegal yang tinggi, pada tahun 2015, Pejabat
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia adalah dengan melakukan Review
Meeting dengan Pejabat Kementerian Luar Negeri Senegal di Dakar, yang
menyampaikan harapan untuk mengurangi hambatan tarif impor yang tinggi terhadap
produk Indonesia. Dari pertemuan tersebut rupanya, menghasilkan tanggapan baik
dari pihak Senegal. Negara tersebut akan berkoordinasi dengan instansi terkait
agar dapat menemukan solusi.
D.
Kesimpulan
Sejauh
ini hubungan bilateral Indonesia dengan Senegal mengalami perkembangan yang
cukup intens. Kedua negara semakin mempererat hubungan bilateral dengan cara
mengadakan kerjasama – kerjasama di berbagai sektor potensial selain produk
tesktil, seperti investasi pembangunan penyulingan kelapa sawit, perdagangan
kapal feri, pesawat dan kereta api, serta perdagangan alut sista dan
perlengkapan militer.
Komentar
Posting Komentar