Mari kita renungkan sejenak
Pernahkah dirimu bermimpi, menjadi yang terbaik di suatu bidang ? matematika misalnya. Semakin dirimu berusaha sekuat tenaga untuk meraih prestasi sebaik mungkin, pasti ada saja hambatannya, atau terdapat kekeliruan yang kau buat, dan belum terlihat hasilnya.
Pernahkah dirimu berusaha berjuang untuk seseorang, yang sebenarnya ia tidak benar-benar menghargai dirimu. Meski dari segala hal sudah kau usahakan untuknya. Tetapi ternyata, semua berakhir dengan sia-sia bahkan terjadi kesalahpahaman yang berujung perpecahan.
Pernahkah dirimu menginginkan kehangatan di dalam rumah, tapi tak pernah kau dapatkan, seperti bertukar cerita dan canda tawa bersama orang-orang tersayang, dan pada akhirnya berakhir pada perpisahan.
Pernahkah dirimu bercita-cita bekerja sebagai eksekutif di perusahaan ternama dengan gaji yang fantastis. tetapi pada kenyataanya kau bekerja hari ini untuk makan esok hari saja sudah bersyukur.
Inilah yang dinamakan takdir. Takdir semua makhluk Allah sudah tertulis lauhul mahfudz dengan tinta-Nya. Meski ada takdir (muallaq) yang bisa diubah sesuai dengan usaha kita seperti berkerja, bergerak dan berdoa, tetapi apabila takdir sudah berkata lain, maka kita tidak bisa menolak, mau tidak mau takdir itulah yang terjadi dan yang harus dijalani. Seperti dalam lagu Quesera-sera, yang memiliki makna yang terjadi maka terjadilah, manusia tidak bisa memaksakan takdir yang ditentukan oleh Allah SWT karena yang menjadi tugas manusia adalah BERUSAHA, biarlah Allah yang menentukan akhirnya. Ketika kita semua sudah ikhlas dengan takdir hari ini, maka kita sudah berhasil menanamkan rukun iman - 6 di hati kita, dan pada saat itulah iman kita berada di puncak dan berusahalah terus mempertahankannya. Bahkan sekalipun iblis yang ditakdirkan untuk menggoda anak cucu Nabi Adam AS, tidak bisa sama sekali mengganggu seseorang yang sedang dalam keadaan ikhlas menerima qadha dan qadhar. Karena takdir yang terbaik adalah hari ini.
Komentar
Posting Komentar