HAKIKAT FILSAFAT
Kesan pertama kali yang muncul saat mendengar kata
filsafat adalah ‘membicarakan sesuatu yang abstrak, sulit dicermati transedental,
fantasi, renungan yang mendalam, imajinasi dan sesuatu yang serba sulit dan
luas (universal)’. Padahal bila dicermati dengan seksama, pernyataan
tersebut tidak sepenuhnya benar, karena: (a) objek kajian filsafat sejatinya
selain terkait dengan hal-hal yang bersifat abstrak tetapi juga hal-hal yang
kongkrit atau hal-hal bersifat ide dan praktis; (b) ruang lingkup juga
berkaitan dengan kehidupan individual dan kolektif manusia sehari-hari,
misalnya; keluarga, lembaga pendidikan, partai politik, pemerintahan dan
beragam bentuk aktivitas kelompok lainnya.
Ada berbagai
macam pengertian filsafat, hal ini disebabkan karena perbedaan sudut pandang
yang dijadikan dasar orientasinya. (Johnstone, 1968; Driyarkara, N.1977) Dalam
berbagai karya tulis filsafat, Arifin dalam bukunya yang berjudul ‘Filsafat
Ilmu dan Dasar Logika’ merangkum pengertian filsafat sebagai berikut: Pertama,
pengertian filsafat dari segi arti kata, yaitu ‘filsafat’ berasal dari bahasa
Yunani ‘Philein’ yang berarti cinta
dan ‘Sophia’ yang berarti
kebijaksanaan. Atau berasal dari kata ‘philosophia’
yang berarti cinta akan kebijaksanaan. Kedua, pengertian ‘filsafat’ secara umum
yaitu ‘Suatu Ilmu pengetahuan yang
melakukan penyelidikan atau kajian tentang hakikat dari segala sesuatu dengan
sungguh-sungguh untuk memperoleh kebijaksanaan dan kebenaran’.
Dari beberapa pengertian dapat diatarik kesimpulan bahwa filsafat adalah sesuatu hal yang mempelajari tentang kehidupan dimana harus bersifat mendalam dan mencapai level kebenaran di tingkat universal. Selain itu juga terdapat penegertian filsafat yang lain, yaitu pengertian ‘filsafat’ secara khusus. Pengertian filsafat secara spesisfik merupakan ilmu pengetahuan yang menganalisis tentang bagaimana hakikat sesuatu untuk mendapatkan kebenaran dari sudut pandang aliran tertentu. Beberapa aliran filsafat, misalnya stoicism, materialism, hedoonisme, positivism, idealism. Aliran stoicism tentu berbeda definisi dengan aliran idealism (Langeveld, 1961; Sunoto, 1982).
Beberapa pengertian singkat terkait filsafat tersebut, konsep besar yang terpenting untuk dipahami tentang hakikat makna filsafat antara lain: (a) filsafat adalah mendorong manusia untuk berpikir dalam bentuk sistematis, (b) filsafat adalah suatu cara untuk berfikir sistematis, (c) berfikir filsafat harus menghasilkan sesuatu yang runtut, (c) berfikir filsafat harus logis dan rasional, (d) berfikir filsafat bersifat komprehensif dan mendalam. (Beerling, 1996; Katsoff, L.1996). Peran sentral dipegang oleh filsafat itu sendiri dalam pengembangan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, sehingga filsafat diharapkan dijadikan sebagai pemimpin atau induk dari semua cabang ilmu pengetahuan. (Driyakara, N. 1978).
REFERENSI
Arifin. (2017). Filsafat Ilmu Dan Dasar Logika.
Bandung: Alfabeta.
Beerling. (1996). Filsafat
Dewasa ini. Jakarta: Balai Pustaka.
Drijarkara, N. (1977). Sebuah
Bunga Rampai Dari Sudut Pandang Filsafat. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.
__________. (1978). Percikan
Filsafat. Jakarta : Pembangunan Ekspress
Johnstone. (1968). What is
Philosophy? New York: The Ronald Press.
Katsoff, L. (1996). Elements
Of Philosophy. Soemargono, Penerjemah. Pengantar Filsafat. Yogyakarta:
Tiara Wacana.
Langeved. (1961). Menuju Ke
Pemikiran Filsafat. Jakarta: Pembangunan Jakarta.
Sunoto. (1982). Mengenal
Filsafat Pancasila. Yogyakarta: FE UII.
Komentar
Posting Komentar