Langsung ke konten utama

LEMBAGA PENDIDIKAN

 

A. PENGERTIAN LEMBAGA PENDIDIKAN

1.         Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.

2.         Pendidikan Formal

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.

3.         Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan diluar jalur pendidikan yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.


B. PERAN DAN FUNGSI LEMBAGA PENDIDIKAN

  1. Pendidikan informal

            Fungsi dan peranan utama pendidikan ini adalah untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Adapun beberapa peran dan fungsi lembaga pendidikan in formal sebagai berikut :

1)      Membantu meningkatkan hasil belajar siswa baik dalam pendidikan formal maupun non formal

2)      Mengontrol dan memotivasi anak agar lebih giat dalam belajar

3)      Membantu perteumbuhan fisik dan mental anak, baik dari keluarga maupun lingkungan

4)      Memotivasi anak agar mampu mengembangkan potensi atau bakat yang dimilikinya

5)      Membantu anak didik agar lebih mandiri dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya.

2. Fungsi dan peran orang tua dalam proses belajar

1)         Orang tua sebagai pendidik

2)         Orang Tua sebagai pembimbing

3)         Orang tua sebagai teladan

4)         Orang tua sebagai pengontrol

5)         Orang tua sebagai fasilitator

6)         Orang tua sebagai motivator

7)         Orang tua sebagai innovator

Beberapa contoh jalur pendidikan in formal sebagai berikut :

  1. Pendidikan budi pekerti
  2. Pendidikan agama
  3. Pendidikan Etika
  4. Pendidikan sopan santun
  5. Pendidikan moral
  6. Pendidikan
  7. Sosialisasi dengan lingkungan

B. LEMBAGA PENDIDIKAN

1.      Pendidikan Formal

            Jalur pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan dan khusus. Jalur, jenjang dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselengggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.

2.      Pendidikan Nonformal

Diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memelukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian professional.

Pendidikan Nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan peserta didik.

            Contohnya : Lembaga kursus, Lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majlis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lack of empathy

A sinful human being who desperately wants to be forgiven by his Rabb sometimes has to stumble and fall many times. As a sinful human being, he desperately wants to be on the right path, straight and pleasing to Allah. Sometimes it is this lack of empathy that traps a person in the shackles of sin. However, he will not lose the spirit to continue returning to the right path even though he sometimes strays. "You say you pray? Why is your thinking so narrow... what kind of prayer do you perform? Worship is useless if you still hurt others. Don't you remember that you are also a sinner? Feeling better than others is also considered a sin. You hurt the hearts of innocent and pure children who do not yet understand the cruelty of this world. You are wasting the children of heaven? You are the one who loses out if you don't repent. Who are you? How dare you hurt Allah's child. He was brought to you to test where your sincerity." What you are doing is pointless if you st...

Energi dari sang Ilahi

Seorang ibu memukul nyamuk di telapak kaki anaknya saat sedang tertidur. Kemudian tanpa sengaja ia melihat darah menetes dari tumit anaknya.  "Ya Allah, Ini kenapa kakimu nak" tanya ibu,  "...zzz ada apa ibu, kenapa mengejutkanku" tanya sang anak,  "ini" kata ibu, "oh itu biasa bu," jawab anak.  "pasti dari sepatunya" kata ibu sambil mengecek sepatu,  dan ternyata benar, ada satu butir kerikil tajam yang menyangkut di bagian tumit, pada saat dilihat.. solnya sudah mengikis sehingga apa pun yang dipijak bisa masuk ke dalam sepatu tersebut. Meskipun begitu anak tersebut tak pernah menyerah untuk terus menorehkan prestasi kejuaraan matematika. Ia selalu bekerja keras hingga bangun tengah malam dan belajar sampai terkantuk-kantuk. Dan semua ini ia lakukan agar sang ibu bangga kepadanya. Ia tak peduli ocehan ataupun hinaan dari teman2nya yang sepelantaran sebab ia tak punya sosok ayah yang menemaninya bertumbuh sedari kecil.  Sang ibu, tak h...

FINDING FOR SINCERITY: A SPIRITUAL JOURNEY (MENCARI KEIKHLASAN: SEBUAH PERJALANAN SPRITUAL)

His shoes were worn out and stained with mud, but that didn't discourage him from continuing to walk in search of His light. Every moment, he struggled against his own ego. The shadow of his sinful self made him cry uncontrollably when he was alone with his God. Sometimes, his desires won over him, arrogantly saying, “I am indeed great and worthy of being considered above other humans.” And in fact, he was slipping into his obvious misguidance. Small shirk began to grow in his soul. He was unaware that the abyss of darkness that would blind his heart was just a step away, right in front of him. That is the result of following the voice of the devil to taint his thoughts and deeds, whispering continuously in his heart. The knowledge of self-control is indeed not easy to practice; it takes a lifetime to successfully learn it. Even until the end of his life, man still struggles with whispers that seem to challenge God's power. The trial given to him felt heavy to endure, to the po...