Langsung ke konten utama

REVIEW BUKU

 

REVIEW BUKU

Judul                    : Ilmu Negara, Suatu Pengantar ke Dalam Politik Hukum Kenegaraan

Penulis                  : Drs. Hassan Suryono, M. Pd., SH., M.H.

Penerbit                : LPP UNS dan UNS Press

Tahun Terbit       : 2008

Kota Penerbit      : Surakarta

Jumlah Halaman : 108

Ukuran Buku      : 24,5 cm

Cetakan                : Cetakan 4

Ilustrasi Cover     : Gambar para tokoh dunia

Warna Buku          : Dominan warna abu-abu dan hijau

Harga Buku           : Rp. 21.000,00

Buku ini membahas tentang konsep-konsep yang terdapat dalam ilmu negara yang bersifat umum sebagai dasar untuk mempelajari ilmu politik, khususnya politik hukum kenegaraan. Dengan secara lebih mendalam tentang ilmu kenegaraan dan ilmu politik. Buku ini merupakan paradigma baru ilmu negara yang tidak hanya mempelajari ilmu negara saja namun lebih dari itu mempelajari negara modern baik struktur, substansi, dan pelaksanaannya. Sajian dalam buku ini dititikberatkan ke arah pengantar ke dalam politik hukum kenegaraan dengan jalan mendeskripsikan dan menghubungkan fakta, konsep dan teori-teori kenegaraan.

Dipolo G.S menyatakan bahwa Ilmu Negara adalah suatu ilmu yang menyelidiki dan mempelajari berbagai hal dan seluk beluk negara (Dipolo G.S, 1975:9). Demikian Moh. Koernardi menyatakan bahwa Ilmu Negara adalah Ilmu Pegetahuan yang menyelidiki asas-asas pokok dan pengertian tentang negara dan hukum tata negara (Moh. Koernardi, 1985:7).  Hal senada juga dikemukakan oleh Soehino yang menyatakan Ilmu Negara adalah suatu ilmu yang menyelidiki atau membicarakan negara. Hanya saja yang membicarakan negara tidak hanya ilmu negara tetapi Hukum Tata Negara dan Ilmu Politik. (Soehino, 1980: 1).

Yang dapat diselidiki lebih lanjut dari objek ilmu negara adalah: (1) Asal mula negara, asal mula terbentuknya suatu negara dalam pengertian umum – abstrak – universal; (2) Hakikat negara yang memberikan sifat-sifat tertentu yang merupakan sifat pokok negara: (3) Bentuk-bentuk negara tidak hanya ditujukan pada bentuk negara tertentu saja (negara yang kongkrit).

Dalam Ilmu Negara untuk melakukan analisis historis terdapat beberapa metode, yaitu metode observatif, metode komparatif, metode dialektis. Metode observatif  artinya bekerja dengan memperhatikan, menanggapi dan memperdalam sesuatunya. Metode komparatif berarti bekerja dengan mengadakan menimbang-nimbang dan membanding-bandingkan negara satu dengan negara lain secara umum. Metode dialektis ini berarti kita bekerja dengan dialektika, dengan mengkonfrontasikan, dengan menguji fakta-fakta, fenomena-fenomena dan peristiwa-peristiwa yang satu dengan yang lain. Metode psikologis untuk menjelaskan negara, metode ini mempelajari hubungan pengaruh antara naluri dengan perasaan dan pikiran, antara perasaan dan pikiran, serta antara pikiran dan perasaaan dan naluri. Metode hukum positif untuk menjelaskan negara, memiliki maksud bahwa positivism dalam perundang-undangan juga dijadikan metode pertimbangan tunggal di bidang hukum publik. Tetapi suatu ide yang didukung oleh metode tidak objektif dalam memikirkan negara seperti itu tidak menyebabkan timbulnya reaksi di masa yang akan datang.

Terdapat dua aliran besar tentang asal-usul negara yaitu teori-teori spekulatif, dan kedua teori-teori historis atau teori-teori yang evolusionistis. Yang termasuk kedalam teori-teori spekulatif adalah teori perjanjian masyarakat, teori teokratis, teori kekuatan, teori patriarkal dan matriarkal, teori organis, teori daluwarso, teori naturalis, teori idealis.

Kemudian beralih ke teori historis atau teori yang evolusionistis. Teori historis ini menganggap lembaga-lembaga sosial tidak dibuat, tetapi tumbuh secara sosial yang diperuntukan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia, maka lembaga–lembaga itu tidak luput dari pengaruh tempat waktu dan tuntutan zaman (F. isjwara, 1980: 160). Kodrat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, bekerja sama dan berkelompok. Hubungan paling kecil adalah keluarga inti (nucleus family), kemudian membentuk keluarga yang lebih besar clan atau marga. Dari clan terbentuk keluarga besar berupa gabungan dari keluarga besar menjadi desa. Antar kelompok desa saling berhubungan dan membentuk desa yang lebih besar hingga disebut negara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lack of empathy

A sinful human being who desperately wants to be forgiven by his Rabb sometimes has to stumble and fall many times. As a sinful human being, he desperately wants to be on the right path, straight and pleasing to Allah. Sometimes it is this lack of empathy that traps a person in the shackles of sin. However, he will not lose the spirit to continue returning to the right path even though he sometimes strays. "You say you pray? Why is your thinking so narrow... what kind of prayer do you perform? Worship is useless if you still hurt others. Don't you remember that you are also a sinner? Feeling better than others is also considered a sin. You hurt the hearts of innocent and pure children who do not yet understand the cruelty of this world. You are wasting the children of heaven? You are the one who loses out if you don't repent. Who are you? How dare you hurt Allah's child. He was brought to you to test where your sincerity." What you are doing is pointless if you st...

Energi dari sang Ilahi

Seorang ibu memukul nyamuk di telapak kaki anaknya saat sedang tertidur. Kemudian tanpa sengaja ia melihat darah menetes dari tumit anaknya.  "Ya Allah, Ini kenapa kakimu nak" tanya ibu,  "...zzz ada apa ibu, kenapa mengejutkanku" tanya sang anak,  "ini" kata ibu, "oh itu biasa bu," jawab anak.  "pasti dari sepatunya" kata ibu sambil mengecek sepatu,  dan ternyata benar, ada satu butir kerikil tajam yang menyangkut di bagian tumit, pada saat dilihat.. solnya sudah mengikis sehingga apa pun yang dipijak bisa masuk ke dalam sepatu tersebut. Meskipun begitu anak tersebut tak pernah menyerah untuk terus menorehkan prestasi kejuaraan matematika. Ia selalu bekerja keras hingga bangun tengah malam dan belajar sampai terkantuk-kantuk. Dan semua ini ia lakukan agar sang ibu bangga kepadanya. Ia tak peduli ocehan ataupun hinaan dari teman2nya yang sepelantaran sebab ia tak punya sosok ayah yang menemaninya bertumbuh sedari kecil.  Sang ibu, tak h...

FINDING FOR SINCERITY: A SPIRITUAL JOURNEY (MENCARI KEIKHLASAN: SEBUAH PERJALANAN SPRITUAL)

His shoes were worn out and stained with mud, but that didn't discourage him from continuing to walk in search of His light. Every moment, he struggled against his own ego. The shadow of his sinful self made him cry uncontrollably when he was alone with his God. Sometimes, his desires won over him, arrogantly saying, “I am indeed great and worthy of being considered above other humans.” And in fact, he was slipping into his obvious misguidance. Small shirk began to grow in his soul. He was unaware that the abyss of darkness that would blind his heart was just a step away, right in front of him. That is the result of following the voice of the devil to taint his thoughts and deeds, whispering continuously in his heart. The knowledge of self-control is indeed not easy to practice; it takes a lifetime to successfully learn it. Even until the end of his life, man still struggles with whispers that seem to challenge God's power. The trial given to him felt heavy to endure, to the po...